DHCP Server

Apa itu DHCP Server ?

DHCP tetap menjadi protocol penting yang memastikan perangkat dapat terkonfigurasi pada jaringan dengan benar. Meskipun sudah melewati beberapa dekade, DHCP masih tetap digunakan dalam jaringan. Istilah DHCP memang tidak asing lagi bagi orang yang berkecimpung dalam dunia jaringan, namun tentunya ini adalah istilah yang sangat asing bagi orang awam.

Oleh sebab itu, dalam artikel kali ini, kami akan menguraikan tentang DHCP server dan sistem kerjanya di bawah ini agar mudah dipahami terlebih bagi pemula yang sedang belajar tentang jaringan!

Apa itu DHCP Server?

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP memiliki dampak langsung pada jutaan alamat IP, bisa jadi termasuk alamat IP yang kamu gunakan. DHCP memiliki kontribusi yang besar dalam memberikan alamat IP pada host dalam sebuah jaringan.

DHCP mulai dikembangkan pada tahun 1993 sejak diketahui BOOTP kurang tepat dalam memberikan konfigurasi untuk computer. BOOTP sendiri adalah protocol yang mendukung DHCP. BOOTP bukan protocol yang yang realible yang berarti BOOTP tidak bisa menjamin pesan yang dikirim klien akan sampai pada server dan begitu juga sebaliknya.

Gambaran Konektivitas DHCP
Gambaran Konektivitas DHCP

Sementara server dank lien harus saling terhubung sehingga para pengembang akhirnya melirik DHCP sebagai protocol penting dalam sistem jaringan.

Dalam DHCP, pihak yang meminta alamat IP disebut DHCP Client. Baik DHCP server maupun DHCP client saling terhubung sehingga dengan adanya komunikasi keduanya ini memudahkan administrator jaringan memberikan IP address secara otomatis ke setiap computer yang ada dalam jaringan. Bagi sebuah jaringan local yang masih belum menggunakan sistem DHCP harus menyebarkan alamat IP secara manual ke seluruh computer yang terhubung ke jaringan.

Baca Juga: 12 Aplikasi Antivirus Terbaik Android Menurut AV-Test

Fungsi DHCP Server

Router sebagai Penghubung antara DHCP Client dan Server
Router sebagai Penghubung antara DHCP Client dan Server

Tidak hanya alamat IP saja, DHCP juga memiliki kemampuan mendistrikbusikan informasi subnet mask hingga konfigurasi DNS dan NTP server. Perlu diketahui, sebenarnya DHCP server masih memiliki banyak fungsi sebagai  berikut :

  • Mencegah adanya IP conflict.
  • Melakukan reusable IP address agar bisa dipakai DHCP client lain yang sedang online.
  • Menyediakan IP address secaradinamis.
  • Mempermudah proses transfer data ke PC server lainnya.
  • Melayani konfigurasi TCP/IP yang bersifat kompleks.
  • Mendistribusikan informasi pada subnet mask.
  • Melakukan pengendalian parameter computer client seperti default gateway, DHCP rebinding dan lainnya).

Kekurangan DHCP Server

Selain memiliki fungsi yang cukup kompleks, ternyata DHCP server juga memiliki banyak kekurangan diantaranya sebagai berikut :

  1. Interaksi antara DHCP server dan DHCP client membuat DHCP tidak memiliki otorasi yang berakibat DHCP server tidak mengenali adanya DHCP Client yang tidak sah dalam suatu jaringan. Sebaliknya, DHCP Client juga tidak bisa mengenali adanya DHCP Server yang tidak sah dalam jaringan. Hasilnya, mungkin saja ada DHCP server dan Client yang palsu dalam sistem jaringan.
  2. Adanya DHCP server dan client yang palsu berdampak pada distribusi IP addres karena IP address bergantung pada server. Bagaimana jika server terganggu atau mati? Akibatnya adalah computer client juga memberikan efek, misalnya disconnect atau tidak bisa terhubung ke jaringan.

Baca Juga: Ini Perbedaan Hub dan Switch Agar Tidak Sulit Membedakannya!

Bagaimana Sistem Kerja DHCP Server?

Sistem Kerja DHCP Server
Sistem Kerja DHCP Server

Sistem kerja server dalam jaringan melewati 4 tahap penting yang membuat tersebarnya IP address. Keempat tahapan kerja DHCP server dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Tahapan IP Least Discover

Komputer klien akan mengirimkan pesan pada fisikal subnet untuk menemukan server DHCP yang tersedia. Komputer klien tersebut akan membuat paket User Datagram Protocol (UDP) dengan tujuan broadcast secara default yakni 255.255.255.255 atau alamat broadcast subnet tertentu jika ada yang terkonfigurasi.

2. Tahapan IP Least Offer

Tahap selanjutnya, DHCP server menerima permintaan peminjaman alamat IP dari DHCP Client. Kemudian DHCP server akan menyimpan alamat IP untuk DHCP Client dan memberikan alamat IP yang diminta melalui pesan IP Offer ke DHCP Client. Pesan tersebut berisikan alamat MAC Client, IP server yang ditawarkan oleh server, subnet mask, durasi peminjaman dan alamat IP DHCP server.

3. Tahapan IP Lease Request

Pada sebagian besar perusahaan, ada dua DHCP server yang mentolerir kesalahan dalam pengiriman alamat IP jika salah satu DHCP server gagal atau mungkin harus offline karena harus dilakukan maintenance. Sehingga, DHCP Client bisa menerima penawaran DHCP dari server lainnya. Meskipun menerima banyak penawaran dari beberapa DHCP server, namun DHCP Client hanya akan menerima satu penawaran IP address dari salah satu DHCP server.

Respon terhadap penawaran IP yang ditawarkan DHCP server misalnya Client akan meminta alamat yang telah ditawarkan DHCP server.  Kemudian, server akan diberitahu mengenai penawarannya yang telah diterima oleh Client. Bagaimana dengan DHCP server lainnya yang juga menawarkan IP address ke Client? Otomatis mereka juga harus menarik tawaran mereka untuk client dan mengembalikan alamat IP yang telah ditawarkan ke IP Pool.

4. Tahapan IP Least Acknowledgement

Setelah DHCP server menerima pesan permintaan dari Client, selanjutnya adalah fase acknowledgement yang melibatkan pengiriman paket DHCPACK kepada Client. Paket ini sudah termasuk dengan durasi peminjaman alamat IP dan informasi lengkap tentang konfigurasi paket yang diterima. Proses konfigurasi yang merupakan fase terakhir dalam sistem kerja DHCP.

Setelah mengirimkan alamat IP pada Client, DHCP server kemudian akan memperbarui database yang dimilikinya. Sementara Client akan melakukan inisialisasi dengan cara binding atau menghubungkan nomor alamat IP yang telah diterima. Dalam tahap ini, client sudah bisa beroperasi dalam jaringan itu.

Client bisa menggunakan alamat IP dengan jangka waktu yang ditentukan. Bagaimana jika jangka waktu peminjaman alamat IP sudah habis? Berarti Client harus melakukan request ulang pada DHCP server dan alamat IP yang telah dipinjamkan ke Client dikembalikan pada DHCP server yang meminjamkan tadi. Alamat IP yang telah dikembalikan tersebut bisa dipinjamkan pada client lainnya yang meminta dipinjamkan alamat IP atau yang sedang membutuhkan.

Baca Juga: Cara Mempercepat Download File di BitTorrent (AMPUH)

Demikian penjelasan tentang DHCP server dan sistem kerjanya yang sebenarnya tidak serumit yang kita bayangkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diterapkan dalam pembelajaran kita semua. Sekian.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *