Masih Hangat
memuat ...

Sabtu, 16 Agustus 2014

Share:

Cara Backup Data Windows 8.1 dengan File History

file history di windows 8.1

File History adalah fitur yang menarik untuk mencadangkan (backup) file pribadi secara otomatis. Ini sangat berguna untuk mengembalikan file asli jika file itu pernah diubah, dan Anda ingin mengembalikan file itu ke semula. Selain itu, File History juga dapat digunakan untuk mengembalikan file jika komputer mengalami masalah. File History hampir sama seperti salah satu fitur dalam sistem operasi Windows 7, yakni tab "Previous version" dalam kotak dialog "Properties" yang terkait terhadap properti file; yang berbeda adalah fiturnya dan kemudahannya saja. File History sebagai pemulih versi file sekaligus pencadang file pribadi.

File History mencadangkan/mem-backup file ke drive eksternal, tidak untuk drive internal. Contoh drive eksternal adalah flashdisk, DVD, atau yang lainnya. File History hanya mencadangkan file yang terdapat dalam folder: Libraries, Desktop, Contacts, Favorites, dan file luring/offline dalam OneDrive. Dalam tutorial Windows 8.1 ini, Anda akan mengetahui bagaimana cara menggunakan File History di Windows 8.1.

Menggunakan File History

1. Mengaktifkan File History

Pertama, buka Control Panel, klik System and Security, lalu klik File History.

Hubungkan salah satu drive eksternal yang Anda miliki, atau mungkin network location yang Anda miliki. Maka setelah itu, tombol "Turn On" aktif, lalu klik tombol tersebut untuk mengaktifkan File History.

Setelah itu, File History akan mencadangkan data pribadi Anda secara otomatis dengan pesan "File History is saving copies of your files".

2. Membuat Pengecualian dari Pencadangan

Pencadangan atau pem-backup-an folder dalam File History dapat dikecualikan (dibuat pengecualian). Misalnya, ada folder yang tidak ingin dicadangkan, maka Anda dapat membuat pengecualian terhadap folder tersebut agar tidak dicadangkan atau tidak di-backup. Anda juga dapat melakukan itu terhadap Libraries. Untuk mengecualikan folder, klik Exclude folders.

Klik Add dan jelajahi folder yang hendak dikecualikan. Tapi ingat! Hanya: Libraries, Desktop, Contacts, Favorites, dan file luring/offline dalam OneDrive yang dicadangkan. Jadi, jangan memilih folder lain selain folder itu untuk dikecualikan. Anda hanya dapat memilih folder itu dan sub-folder-nya.

Jika sudah memilih, klik Select folder.

Anda juga dapat menambah folder lain. Jika sudah merasa cukup, klik Save changes.

3. Mengembalikan Versi File dengan File History

Jika Anda pernah memiliki sebuah dokumen, dan Anda mencadangkannya melalui File History; lalu Anda mengubah isi dari dokumen tersebut, dan Anda juga mencadangkannya; maka Anda dapat mengembalikan dokumen tersebut ke semula. Mengapa bisa? Karena dokumen yang asli dan dokumen yang diubah telah dicadangkan melalui File History. Inilah yang disebut "mengubah versi file", dan ini berlaku untuk semua file yang dicadangkan melalui File History. Dan tentunya juga berlaku untuk folder.

Untuk mengubah versi file, buka File Explorer dan klik pada file yang diinginkan. Klik tab "Home", lalu klik "History". Dalam artikel ini, saya membuat sebuah contoh dengan file geometry2.png (gambar).

Maka jendela File History pun telah terbuka. Jendela ini berguna untuk melihat-lihat, memilih, dan mengembalikan versi file. Ini adalah berbagai macam versi file dari geometry2.png. File ini memiliki 4 versi dari hasil edit-an yang berbeda.

Di sana terdapat tombol ber-tooltip "Previous version" (tombol "1") dan "Next version" (tombol "2") yang berguna untuk melihat versi sebelumnya dan versi selanjutnya. Pilih versi mana yang hendak dikembalikan dengan kedua tombol tersebut. Jika sudah memilih, maka klik tombol "Restore to original location" (tombol "3") untuk mengembalikan versi file yang dipilih.

Setelah itu, Anda akan mendapatkan sebuah kotak dialog. Klik saja Replace the file in the destination.

Lihat! Kini file geometry2.png berubah menjadi versi setelahnya.

Anda juga dapat melakukan itu, dan bahkan mengubah versi file menjadi versi sebelumnya.

4. Mengatur Cara Kerja dari File History

Masih dalam Control Panel > System and Security > File History, klik Advanced settings.

Anda akan melihat ini:
  • Save copies of files: Mengatur jadwal penyalinan file melalui File History secara otomatis;
  • Size of offline cache: Mengatur ukuran offline cache yang dibuat oleh File History. Jika tidak mengerti mengenai hal ini, sebaiknya opsi ini jangan diubah.
  • Keep saved version: Mengatur berapa lama versi file yang dicadangkan dapat dipertahankan. Jika waktu telah melewati dari yang telah ditetapkan, maka versi file akan dihapus secara otomatis. 
Ubah saja semua pilihan sesuai kebutuhan Anda. Jika ada pilihan yang tidak dimengerti, sebaiknya jangan diubah.

Jika sudah mengubah semua pilihan, maka klik Save changes.

5. Menyalin (Mencadangkan) File secara Manual

Jika Anda membutuhkan, maka Anda dapat membuat perintah kepada File History agar menyalin semua file ke drive eksternal yang telah ditetapkan secara manual. Klik Run now untuk melakukannya. Lihat gambar di atas.

6. Mengembalikan Semua File

Bukan hanya satu per satu dari File Explorer, Anda juga dapat mengembalikan semua file yang diurutkan dari beragam versi data pribadi.

Klik Restore personal files untuk membuka jendela File History. Pilih versi mana dari semua folder dan file yang Anda cadangkan. Sama halnya dengan poin 3, tetapi dalam poin ini akan membantu Anda memilih versi dari data yang dicadangkan, tidak hanya satu per satu file/folder seperti yang tertera dalam poin 3. Lihat gambar di atas.

Akhir Kata

File History adalah fitur yang menarik, karena File History tidak mengandalkan CPU yang tinggi dan tentunya File History juga bekerja dalam background. Sayangnya, ini tidak bekerja untuk drive internal.

Lalu bagaimana jika drive eksternal yang telah ditetapkan untuk File History sedang tidak terhubung dengan komputer? Yang terjadi adalah: Anda tidak dapat menyalin (mencadangkan atau mem-backup) semua file secara otomatis maupun secara manual; dan tentunya tidak dapat mengembalikan semua file.

Itulah artikel "Cara Backup Data Windows 8.1 dengan File History".

1 komentar:

  1. kalau hardisk eksternal yg digunakan untuk backup tapi ada isinya, apakah isinya akan hilang atau rusak?

    BalasHapus

Punya pertanyaan? Belum mengerti? Ada yang kurang rinci dari artikel di atas? Tulis pesan Anda melalui kotak komentar di bawah ini, dan jangan terlalu jauh dari topik!

Jangan promosi apa pun dalam kotak komentar Kompiwin. Kalau mau nanem backlink, pakai OpenID.

*Kotak komentar tidak dapat digunakan untuk konsultasi masalah Windows.