Admin Kompiwin Aktif menulis di kompiwin.com sejak tahun 2014. Dan sekarang kompiwin sudah memasuki tahun ke-enam. Semoga memberi manfaat untuk pembaca semua.

Apa Itu Cache? Berikut Penjelasan Lengkapnya

2 min read

Pengertian Cache secara Lengkap

Bagi kamu yang sering online pasti sudah sering mendengar kata “cache“. Jika diartikan literally, cache adalah sebuah tempat penyimpanan. Dan pada kesempatan ini, tim Kompiwin akan menjelaskan secara lengkap mengenai cache yang akan dibagi menjadi beberapa point.

Apa itu cache di lingkup teknologi?

Cache atau tembolok adalah tempat penyimpanan data berupa akses internet yang tercatat pada perangkat pengguna. Sebagian mengatakan bahwa data yang tersimpan dalam bentuk cache bersifat temporary atau sementara.

Meskipun demikian, cache akan mempermudah kinerja prosesor untuk menelusuri kembali jejak pencarian tersebut di lain waktu.

Apa itu Cache ?
Apa itu Cache ?

Dalam lingkup web, cache dinilai sebagai salah satu cara yang bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan website.

Dengan menerapkan cache pada web, performa web meningkat dan mampu mempengaruhi nilai SEO. Sehingga hal seperti ini bisa diterapkan untuk mendapatkan jumlah pengunjung lebih banyak lagi.

Cache merupakan tempat penyimpanan data sementara yang pernah dibuka sebelumnya oleh pengguna. Dengan kata lain, cache kembali menghubungkan pencarian yang sama dengan pencarian yang pernah diakses sebelumnya. Tentunya ini akan sangat menghemat waktu.

Apakah cache itu penting?

Sesuatu diciptakan dengan tujuan dan kepentingan tertentu. Ya, cache tercipta dengan beragam fungsi, jenis, dan pengaruh terhadap perangkat.

Cache dianggap penting karena mampu memuat kembali hasil pencarian yang pernah ditelusuri sebelumnya. Sehingga hal ini akan mempersingkat waktu memunculkan data.

Loading yang singkat akan meningkatkan kinerja website dan pengunjung pun merasa sangat tertolong.

Baca Juga : Cara Terima Notifikasi Website di Semua Browser PC/Laptop

Fungsi Cache

Cache memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Mempercepat akses pada perangkat.
  • Meningkatkan kinerja memori.
  • Pembeda kecepatan antara prosesor dan memori utama.

Beragam Jenis Cache

Kebanyakan cache tidak dijabarkan ragam jenisnya. Sebenarnya, cache memiliki dua jenis utama yaitu server-side coaching dan client-side caching.

Jenis-jenis Cache
Jenis-jenis Cache

Lalu, apa perbedaan keduanya?

Tentunya, server-side coaching dan client-side caching memiliki perbedaan dari segi fungsi maupun tujuan penggunaannya. Kamu dapat melihat perbedaannya dari ulasan berikut ini :

1. Server-Side Caching

Apa itu cache server-side caching?

Sesuai dengan namanya, cache ini menyimpan gambar ataupun dokumen pada server website. Tentunya ini sangat memudahkan pengguna untuk mengakses ulang perjalanan data. Server-side caching memiliki kategori lainnya seperti berikut ini :

  • CDN Cache

CDN atau Content Delivery Network cache atau adalah cache yang digunakan untuk memudahkan akses data lintas negara. Untuk mempercepat atau memperluas space penyimpanan, CDN adalah rekomendasi terbaik. Selain itu, CDN termasuk dalam pihak cache murah dan berkualitas.

  • DNS Cache

DNS (Domain Name System) cache atau database adalah cache yang berfungsi untuk merekam jejak jelajah data yang dilakukan oleh pengguna.

  • Database Cache

Adalah cache yang dikembangkan untuk performa web yang lebih maju lagi. Database cache merupakan cache yang dapat disertakan sebagai aplikasi web yang bisa menghasilkan data dengan sistem database.

  • Opcode Cache

Opcode Cache berfungsi sebagai optimalisasi kinerja PHP. Cache opcode menyimpan salinan penelusuran opcode PHP pada memori yang terhubung pada server dengan tujuan penggunaan kembali. Cache yang satu ini terbilang aman dan bekerja sangat efektif.

  • Object Cache

Object cache adalah tempat penyimpanan data yang bersifat sementara. Object cache berguna sebagai penyimpanan data lokal tanpa adanya permintaan tambahan. Objek di sini menggambarkan sekumpulan data yang mencakup gambar, kata, hingga video.

  • Page Cache

Kenapa harus memilih page cache?

Ini karena page cache memberikan sensasi berselancar dengan begitu cepat. Ini karena data riwayat browser sebelumnya tersimpan pada page cache ini. Pada umumnya, data page cache tersimpan pada RAM perangkat.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Iklan di Semua Browser Android (dengan Ad Blocker)

2. Client-Side Caching

Client-Side Caching adalah sekumpulan data yang disimpan pada perangkat pengguna. Browser cache menjadi jenis client-side caching yang paling sering dipergunakan.

Browser cache identik dengan halaman favorit pada sebuah pencarian. Ya, seluruh pencarian terbaru begitu mudah ditemukan kembali karena kehadiran browser cache. Inilah yang juga membuat server kamu bekerja dengan lebih cepat.

Setelah mengetahui apa itu cache, jelaslah kamu dapat mengambil kesimpulan apakah cache itu penting atau tidak.

Ya, kegunaan cache tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan kinerja perangkat. Selain itu, kamu juga akan menikmati kemudahan akses dengan mengetahui apa itu cache dan semua hal tentangnya.

Admin Kompiwin Aktif menulis di kompiwin.com sejak tahun 2014. Dan sekarang kompiwin sudah memasuki tahun ke-enam. Semoga memberi manfaat untuk pembaca semua.

Cara Mengecilkan Ukuran File Foto, Online Tanpa Buka Laptop

Beberapa orang, mungkin termasuk kamu sering bermasalah saat harus mengirim file foto dengan ukuran tertentu, baik untuk melamar kerja ataupun keperluan lain. Biasanya ukuran...
Admin Kompiwin
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *